PALEMBANG, 05 Maret 2026 – SMA Negeri 11 Palembang tengah melaksanakan rangkaian ujian Mid Semester (Asesmen Sumatif Tengah Semester) yang dijadwalkan berlangsung selama 12 hari. Pelaksanaan tahun ini menjadi perhatian khusus bagi pihak sekolah karena menerapkan sistem pengawasan silang dan pemisahan kelas untuk menjamin kualitas hasil evaluasi.
Strategi Ruang Ujian: Simulasi Seleksi PTN
Plt. Kepala SMA Negeri 11 Palembang, Sunandar, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa pengaturan ruang ujian tahun ini dirancang dengan strategi khusus. Untuk Kelas 10 dan Kelas 11, sekolah menerapkan sistem mix atau campuran dalam satu ruangan.
“Posisi duduk kami atur bersilang; sisi kiri diisi siswa Kelas 10 dan sisi kanan Kelas 11 dalam satu meja. Ini bertujuan agar mereka fokus pada lembar soal masing-masing tanpa ada peluang untuk bekerja sama,” jelas Sunandar.
Berbeda dengan adik tingkatnya, siswa Kelas 12 diberikan ruang khusus dengan sistem duduk mandiri (satu kursi satu siswa). “Kami ingin Kelas 12 terbiasa dengan atmosfer ujian mandiri seperti UTBK. Mereka harus mandiri dan percaya diri dengan kemampuan sendiri,” tambahnya.
Integritas di Atas Segalanya
Di sela-sela pelaksanaan ujian, Sunandar secara aktif memberikan imbauan dan pencerahan kepada para siswa. Beliau menekankan bahwa nilai tinggi tidak akan berarti tanpa dibarengi dengan kejujuran.
> “Kami selalu mewanti-wanti mereka untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dan mengerjakan ujian sesuai kemampuan. Jangan meminta bantuan orang lain. Kami ingin membangun kembali integritas dan disiplin yang belakangan ini terasa sedikit menurun. Inilah saatnya mereka membuktikan kualitas diri sebagai pelajar,” tegas Sunandar.
>
Optimisme di Jalur Eligible SNBP
Pelaksanaan Mid Semester ini juga bertepatan dengan masa krusial bagi siswa Kelas 12 yang sedang menunggu pengumuman jalur eligible (SNBP). Dari total 469 siswa Kelas 12, pihak sekolah mencatat 40% siswa (rata-rata 15-20 orang per kelas) berhasil masuk dalam kuota tersebut.
“Saat ini kami dalam masa menunggu pengumuman. Sebagai kepala sekolah, harapan saya sangat besar. Saya ingin dari sekian banyak siswa yang masuk kuota eligible tersebut, setidaknya 80% dapat diterima di Perguruan Tinggi Negeri pilihan mereka,” ungkapnya optimis.
Dengan pengawasan yang ketat dan pesan moral yang terus disampaikan, SMA Negeri 11 Palembang berharap lulusannya tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter disiplin yang kuat untuk menghadapi tantangan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (Mn)



