PALEMBANG – SMA Negeri 11 Palembang kembali memperkuat karakter religius siswanya melalui kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H. Mengusung tema “Totalitas dalam Ibadah di Bulan Suci Ramadhan, Kunci Menjadi Muslim yang Berkualitas”, kegiatan ini berlangsung khidmat pada 2-3 Maret 2026 di lingkungan sekolah.
Hari Pertama: Fokus pada Karakter dan Kedisiplinan
Acara dibuka langsung oleh Plt. Kepala SMA Negeri 11 Palembang, Sunandar, S.Pd., M.Si. Dalam arahannya, beliau menitikberatkan bahwa Ramadhan adalah momentum emas untuk melakukan perubahan perilaku.
"Kami ingin kegiatan ini menjadi pemantik bagi murid, guru, hingga karyawan untuk meningkatkan iman dan takwa. Bukan hanya ibadah ritual, tapi juga karakter disiplin, jujur, dan kepedulian sosial harus nyata dalam keseharian kita," ungkap Sunandar dalam sambutannya, Senin (2/3).
Setelah pembukaan, suasana religius diperkuat dengan pembacaan Surat Al-Waqiah bersama yang dipimpin oleh anggota Rohis serta penampilan dari Tim Hadroh sekolah. Sesi tausyiah hari pertama diisi oleh Ustadz Fajar Sani Nasution, Al-Hafidz (Ketua Dewan Dakwah Kota Palembang). Beliau memberikan materi mendalam mengenai puasa sebagai alat pembentuk integritas, menegaskan bahwa esensi puasa jauh melampaui sekadar menahan lapar dan dahaga.
Hari Kedua: Tantangan Iman di Era Digital
Memasuki hari kedua, Selasa (3/3), rangkaian acara dimulai dengan pembacaan Surat Yasin berjamaah. Kemeriahan kembali hadir lewat lantunan salawat dari Tim Hadroh sebelum masuk ke sesi inti yang sangat dinantikan para siswa.
Hadir sebagai pembicara, ulama kondang Palembang, Ustadz Kemas H. Muhammad Ali, memberikan materi yang sangat relevan dengan Gen-Z berjudul “Bijak bermedia sosial di Bulan Suci Ramadhan: Upgrade Iman, bukan cuma Upgrade Status”.
Beliau mengingatkan bahwa ibadah di bulan puasa harus selaras dengan perilaku di dunia maya. "Jangan sampai status kita islami, tapi jempol kita masih digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat. Ramadhan adalah waktu untuk meningkatkan kualitas batin, bukan sekadar mencari validasi di media sosial," pesan beliau di hadapan ratusan siswa. (Mn)



