PALEMBANG – Ketua PGRI Kota Palembang, Dr. H. Ahmad Zulinto, S.Pd., M.M., menggelar acara silaturahmi dan Iftar (buka puasa) bersama di kediaman pribadinya pada Rabu (11/03/2026). Acara yang berlangsung di tengah suasana Ramadan ini menjadi panggung berkumpulnya para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan terbesar di Sumatera Selatan.
Kolaborasi Lintas Institusi
Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pejabat dan akademisi senior, mulai dari birokrat hingga praktisi pendidikan. Kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ir. H.M Affan Prapanca, MT., IPM, bersama Ketua PGRI Prov. Sumsel, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si, menegaskan komitmen kolektif dalam menjaga keharmonisan dunia pendidikan di Kota Palembang.
Turut hadir memberikan warna dalam diskusi santai tersebut adalah tokoh kesehatan dan pendidikan Prof. Dr. dr. H. Yuwono, M.Biomed, serta jajaran pimpinan Dewan Pendidikan dan YPLP PGRI.
Khidmat dalam Kesederhanaan dan Berbagi
Tidak hanya menjadi ajang diskusi formal, acara ini juga diwarnai dengan aksi kemanusiaan. Sebanyak 50 anak yatim dari panti asuhan diundang khusus untuk ikut merasakan kebahagiaan berbuka puasa bersama.
| Tokoh Utama yang Hadir | Jabatan |
| Dr. H. Ahmad Zulinto, S.Pd., M.M. | Ketua PGRI Kota Palembang (Tuan Rumah) |
| Ir. H.M Affan Prapanca, MT., IPM | Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang |
| Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian | Ketua PGRI Provinsi Sumsel |
| Prof. Dr. dr. H. Yuwono | Wakil Ketua III Dewan Pendidikan |
| Adrianus Amri, S.STP., M.Si | Wakil Ketua I PGRI Kota Palembang |
Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Acara ditutup dengan tausiyah singkat dan doa bersama jamaah Masjid Al-Amanah. Dr. H. Ahmad Zulinto menyampaikan bahwa momentum Ramadan harus dijadikan sarana untuk mempererat ukhuwah islamiyah serta memperkuat pondasi organisasi melalui komunikasi yang intens.
"Pendidikan adalah kerja kolaborasi. Melalui buka puasa bersama ini, kita leburkan sekat formalitas untuk duduk bersama, berbagi dengan anak yatim, dan menyatukan energi untuk kemajuan guru serta anak didik di Palembang," pungkas Zulinto. (Mn)



