PALEMBANG – SMAN 14 Palembang membuktikan komitmennya dalam pelestarian lingkungan melalui gelaran Green Innovation Expo pada Kamis, 12 Februari 2026. Acara ini menjadi panggung bagi siswa untuk memamerkan teknologi ramah lingkungan di bawah payung program Sekolah Energi Berdikari (SEB).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Ibu Mondyaboni, SE, S.Kom, M.Si, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pendidikan berbasis lingkungan yang konkret.
"Ini adalah kunjungan pertama saya ke SMAN 14 Palembang, dan saya sangat mengapresiasi kreativitas yang ada di sini. Program ini sejalan dengan visi kita untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga peduli pada keberlanjutan energi," ujar Ibu Mondyaboni.
Inovasi dari Matahari hingga Maggot
Bekerja sama dengan Pertamina dan Universitas Sebelas Maret (UNS), expo ini menampilkan berbagai terobosan yang memanfaatkan energi matahari sebagai solusi energi masa depan yang tak habis. Pengunjung diajak menjelajahi enam zona inovasi, yaitu:
* Teknologi EBT: Pemanfaatan panel surya dan energi bersih.
* Green Product: Hasil karya dari material daur ulang.
* STEM Education: Eksperimen sains dan teknologi energi.
* Eco-Movement: Aksi nyata gerakan peduli lingkungan.
* Energy Saving: Kampanye sistematis aksi hemat energi.
* Cycling Maggot: Sistem pengolahan limbah organik yang efisien.
Langkah Pasti Menuju Adiwiyata Mandiri
Green Innovation Expo ini bukan sekadar seremoni. Seluruh proyek yang dipamerkan telah terintegrasi langsung dalam kurikulum pembelajaran siswa. Hal ini menjadi fondasi kuat bagi SMAN 14 Palembang yang tengah melangkah mantap menuju predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, SMAN 14 Palembang berharap dapat menjadi role model bagi sekolah lain di Sumatera Selatan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mandiri energi dan berwawasan lingkungan. (Mn)



